Hilang 21 Tahun, Pekerja Migran Asal Temanggung Ditemukan dalam Kondisi Disekap

- Minggu, 23 November 2025 | 18:06 WIB
Hilang 21 Tahun, Pekerja Migran Asal Temanggung Ditemukan dalam Kondisi Disekap
Kisah Perjuangan Pekerja Migran

Sudah dua puluh satu tahun lamanya, keluarga di Temanggung, Jawa Tengah, hidup dalam teka-teki. Seni, sang anak, berangkat ke Malaysia pada 2004 sebagai pekerja migran. Usianya kala itu 47 tahun. Awalnya, masih ada surat yang sampai, memberi kabar bahwa ia baik-baik saja. Tapi setahun kemudian, seiring waktu, surat-surat itu berhenti datang. Seni menghilang bagai ditelan bumi.

Keluarga pun tak tinggal diam. Segala upaya ditempuh untuk menelusuri jejaknya. Mereka menghubungi orang yang dulu membawanya ke Malaysia, tapi hasilnya nihil. Rasanya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Bahkan, mereka sampai mencoba mencari lewat orang pintar. Tapi lagi-lagi, jalan itu buntu.

"Ikhtiar ke dukun itu ya tidak (bisa). Tidak ada kabar apa-apa," ujar Slamet, Ketua RT di tempat Seni tinggal.

Menurut sejumlah saksi, situasinya kian rumit ketika suami Seni memutuskan menikah lagi. Hal itu terjadi sekitar tiga tahun setelah Seni pergi. Ruwan, Ketua RW 07 yang juga kerabat Seni, mengungkapkan dengan nada sedih,

"Lalu suaminya pulang ke rumah orang tuanya. Kira-kira dari berangkatnya Seni sampai tiga tahunan. Seni tidak bisa dikabari, caranya orang hampa. Terus jadi nganten lagi (menikah lagi),"

Lambat laun, harapan pun memudar. Keluarga mulai pasrah. Perasaan bingung dan putus asa menguasai mereka. Slamet mengaku,

"Karena sudah lama. Bingung,"

Namun begitu, kehidupan punya caranya sendiri untuk memberi kejutan. Ternyata, setelah 21 tahun berlalu, terungkaplah fakta yang tak terduga. Seni masih hidup. Ia disekap oleh majikannya di Malaysia dan tak digaji selama bertahun-tahun. Beruntung, petugas setempat berhasil menyelamatkannya.

Kabar itu sampai ke keluarga sekitar Oktober 2025. Saat polisi datang mencari Ismi, kakak Seni, yang sedang tidak berada di kota. Akhirnya, kabar gembira itu disampaikan kepada Slamet.

Sekarang, harapan yang sempat pupus kembali menggelora. Keluarga berharap Seni bisa segera pulang ke Temanggung, berkumpul dengan anaknya, Riki, yang ditinggalkannya saat masih balita baru berusia 3,5 tahun. Kini, Riki sudah dewasa, menikah, dan memiliki anak. Sebuah reuni yang sangat dinantikan, setelah lebih dari dua dekade terpisah oleh nasib dan waktu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar