Dua korban yang dimaksud adalah Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati (12). Mereka hilang tertimbun material longsor yang menggulung permukiman warga.
Menurut sejumlah saksi, keputusan menghentikan pencarian ini sendiri sebenarnya sudah didiskusikan matang dengan keluarga korban. Meski berat, keluarga akhirnya menyatakan pasrah dan berusaha mengikhlaskan kepergian kedua anak mereka.
Pukul 16.00 WIB, seluruh tim SAR gabungan pun meninggalkan lokasi. Mereka membawa serta peralatan dan kenangan sepuluh hari berjuang melawan medan sulit.
Bencana longsor yang terjadi pada Kamis (14/11/2025) malam itu memang sangat dahsyat. Sebanyak 16 rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut luluh lantak tertimbun tanah.
Dari peristiwa tragis itu, korban jiwa mencapai 23 orang. Dua puluh satu di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi tewas. Dua korban lagi, sayangnya, harus tetap tinggal di dalam tanah yang menjadi kuburan massal mereka.
Artikel Terkait
Dua Musuh Abadi Umat Islam: Dari Sistem Hingga Bisikan Halus
KPK Periksa Mantan Kajari Bekasi Terkait Kasus Ijon Proyek Ade Kuswara
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas
Rudal Rusia Hantam Lviv, Ancaman Hipersonik Mengintai Perbatasan NATO