Udah bukan rahasia lagi kalau dunia politik itu keras. Ahmad Ali, Ketua Harian PSI, dengan gamblang bilang bahwa di lapangan ini, tidak ada kawan yang abadi. Semuanya bisa berubah kapan saja.
Pernyataan itu dia sampaikan di Kendari, Sultra, Jumat lalu, saat menutup Rakorwil PSI se-Sultra. Suasana saat itu cukup tegang, tapi penuh semangat.
Ali mendorong kadernya untuk tidak cepat puas. "Jangan pernah merasa puas dengan capaian kita hari ini," tegasnya. Menurut dia, semua partai bisa dianggap kawan, tapi dalam politik, persahabatan itu tidak langgeng. "Karena kita ingin nomor 1. Kalau kita ingin nomor 1, maka seenggaknya harus mengalahkan partai-partai yang lain," tambahnya.
Dia menegaskan, PSI cuma punya satu tujuan: menang. Bukan jadi runner-up, apalagi cuma numpang lewat.
Dengan nada tegas, Ali memerintahkan kader untuk 'menghabisi' siapa saja yang mencoba menghalangi langkah partai. "Bagi PSI yang ingin menang, siapa yang menghalangi, kita habisi. Setuju? Siapapun partai yang ingin menghalangi kemenangan PSI, kita habisi," ucapnya lantang.
Baginya, siapapun yang berdiri di tengah jalan menuju kemenangan PSI, secara otomatis bukan lagi sahabat. "Jadi, siapapun yang ingin merintangi jalan kita untuk menang, itu bukan sahabat kita," tandasnya.
Ngomong-ngomong soal Ahmad Ali, jangan sepelekan orang ini. Dia bukan politisi biasa. Diala otak di balik pembesaran NasDem, meski jarang terekspos. Faktanya, Ali adalah pendiri mayoritas DPD dan DPW NasDem di seluruh Indonesia. Kini, dia mengulang resep yang sama untuk PSI.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan
Pemerintah Buka Polling Publik untuk Pertama Kalinya, Masyarakat Tentukan Langsung Logo HUT ke-81 RI