Faizal Assegaf Desak SBY-Megawati Buka Suara Soal Polemik Ijazah Jokowi

- Jumat, 21 November 2025 | 16:50 WIB
Faizal Assegaf Desak SBY-Megawati Buka Suara Soal Polemik Ijazah Jokowi

Faizal kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan pandangan yang positif dan membangun. Ini penting sebagai bentuk penguatan terhadap Tim Reformasi dan institusi Polri secara keseluruhan.

"Menghibau kepada seluruh elemen bangsa untuk memberi masukan konstruktif tanpa ada narasi kebencian, propaganda dan hasutan terhadap pihak manapun. Sekaligus sebagai penguatan dan dukungan kepada tim reformasi dalam mendorong perbaikan struktural dan kultural pada institusi polri," jelasnya.

Soal polemik ijazah, Faizal berharap Megawati dan SBY bisa menyalurkan suara mereka melalui DPR. Dengan begitu, agenda politik balas dendam tidak lagi menguasai narasi pro-kontra isu ijazah yang kerap dianggap menunggangi kubu anti-Jokowi.

"Menyuarakan kepada ibu Megawati dan Bapak SBY untuk dapat menyalurkan aspirasi politik kelompok anti Jokowi melalui saluran DPR. Agar agenda politik balas dendam tidak digunakan dalam isu pro-kontra ijazah palsu yang terkesan menunggangi kubu anti jokowi. Sehingga saluran atau dinamika politik atas isu ijazah palsu ini tidak menyedot energi publik," tuturnya.

Faizal menilai penolakan terhadap mediasi justru sangat dinantikan publik. Langkah ini sekaligus bisa mengungkap dalang sebenarnya di balik polemik ijazah palsu.

"Penolakan terhadap seluruh proses mediasi merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh publik. Sekaligus membongkar siapa dalang sesungguhnya yang bermain dibalik polemik isu ijazah palsu. Kami juga menyarankan agar sebaiknya ibu megawati dan SBY keluar bersama-sama RRT (Roy, Rismon, Tifa) untuk membuktikan fakta-fakta mengenai isu ijazah palsu Jokowi," urainya menegaskan.

Di akhir pernyataannya, Faizal menyebut kasus hukum Laras Faizati sebagai salah satu perhatian serius. Menurutnya, kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata dalam kerangka perbaikan sistem hukum nasional. (Ys)


Halaman:

Komentar