Masalah guiding block yang tidak bersahabat bagi para tunanetra ternyata bukan cuma monopoli Jakarta Pusat. Di Jakarta Barat, tepatnya di sepanjang Jalan Dr. Susilo Raya, situasinya tak kalah memprihatinkan.
Di sana, blok penuntun itu nyaris tak berguna. Keberadaannya kerap terhalang oleh aktivitas warga yang memadati trotoar. Mulai dari pedagang kaki lima yang berjualan, sampai kendaraan yang parkir seenaknya. Pokoknya, berantakan.
Tak berhenti di situ. Beberapa bagian guiding block malah terhalang tiang listrik atau pot tanaman yang ditaruh sembarangan di atas trotoar. Akibatnya, wajar saja kalau hampir tidak terlihat seorang pun penyandang tunanetra yang berani berjalan sendiri di kawasan itu.
Almera Halifa (21), seorang pejalan kaki yang sempat ditemui, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, guiding block di lokasi itu sama sekali tidak aman bagi teman-teman tunanetra.
"Harus didampingi, takutnya nabrak kan," ujarnya, Jumat (21/11).
Almera menekankan, para penyandang tunanetra seharusnya mendapat hak yang sama untuk menggunakan fasilitas umum dengan nyaman. Dia pun berharap ada langkah perbaikan dari pihak berwenang.
"Mereka punya hak juga kan buat jalan kaki yang aman," ungkapnya.
Pendapat serupa datang dari Ridhona (30), yang akrab disapa Ridho. Dia mengaku trotoar di Jalan Dr. Susilo Raya memang belum ideal, bukan cuma bagi tunanetra, tapi bagi semua pejalan kaki.
"Dibenerin aja rambunya, warnanya juga," katanya singkat.
Artikel Terkait
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi