Suaranya tenang, tapi punya daya magis yang sulit dijelaskan. Syaikh Ali Al Hudzaifi memang dikenal dengan lantunan Al-Qurannya yang pelan, tartil, dan sangat enak didengar. Gaya bacaannya yang khas itu membuatnya begitu mudah dikenali.
Kalau kamu sering dengar tilawah di radio-radio menjelang waktu shalat, atau di masjid-masjid Indonesia setiap Jumat, besar kemungkinan itu adalah suaranya. Iramanya sudah begitu akrab, mengisi ruang dengan ketenangan yang khas.
Hebatnya, posisinya sebagai imam dan khatib di Masjid Nabawi sudah dipegangnya sejak lama sekali. Kurang lebih 45 tahun! Bayangkan, hampir setengah abad beliau setia melayani dan memimpin jamaah di kota suci tersebut.
Namun begitu, bakat dan keahliannya rupanya tak berhenti di situ. Talenta itu seolah menurun deras kepada putranya, Syaikh Ahmad bin Ali Al Hudzaifi. Ya, anaknya ini juga sudah diangkat menjadi imam dan khatib di Masjid Nabawi yang sama.
Nah, yang menarik di sini. Karier Syaikh Ahmad ini bukanlah hasil dari "koneksi" atau sekadar mengikuti jejak sang ayah. Bukan seperti itu ceritanya. Dia benar-benar orang yang kompeten di bidangnya.
Artikel Terkait
Modus Baru di Pintu Tol: Helm Dilempar, Pengendara Mobil Jadi Sasaran Pemerasan
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang