Gubernur Jabar Serukan Kewaspadaan Pernikahan Warga dengan WNA Usai Kasus Perdagangan Orang
Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya kasus perdagangan orang yang melibatkan warga daerahnya. Pernyataan ini disampaikan menyusul dipulangkannya RR, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Sukabumi yang sempat disekap di China.
"Saya berharap ini menjadi peristiwa terakhir. Sejak menjabat sebagai bupati dulu, saya telah menangani beberapa kasus serupa dimana warga kita harus dipulangkan dari China," tegas Dedi dalam jumpa pers di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Selasa (18/11).
Gubernur mengungkapkan pengalaman panjangnya menangani kasus-kasus serupa selama masa jabatannya sebagai bupati. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga Jawa Barat yang menjadi korban skema serupa.
Imbauan Khusus untuk Perempuan Jabar
Dedi secara khusus menyoroti perlunya kewaspadaan bagi perempuan Jawa Barat dalam mempertimbangkan pernikahan dengan warga negara asing. Ia mengingatkan agar tidak mudah terhasut oleh janji-janji kehidupan yang menggiurkan.
"Sangat disayangkan jika warga Jabar mudah dirayu, terutama diajak menikah ke luar negeri tanpa proses yang jelas. Orientasi menikah dengan orang asing tanpa kejelasan status justru dapat berujung pada penderitaan," paparnya.
Artikel Terkait
Kemendagri Dorong Jateng Gunakan Policy Brief untuk Kebijakan Berbasis Bukti
PSM Makassar Terperosok Usai Tumbang Lagi dari Persebaya
Kebakaran Hanguskan Pabrik Briket Arang di Cirebon, Diduga Akibat Oven Overheat
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar