Gencatan senjata yang diberlakukan sejak November 2024 dirancang untuk mengakhiri lebih dari satu tahun ketegangan antara kedua pihak, termasuk dua bulan konflik terbuka yang dipicu oleh perang di Gaza.
Namun, pelanggaran terus terjadi. Israel secara rutin melancarkan serangan di wilayah Lebanon dengan dalih menargetkan anggota dan posisi Hizbullah. Israel juga menuduh kelompok yang didukung Iran itu melakukan penguatan persenjataan.
Di sisi lain, militer Israel dikabarkan masih menempatkan pasukannya di lima lokasi strategis di Lebanon selatan, memperumit situasi gencatan senjata yang seharusnya menghentikan permusuhan antara kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat