Sutoyo Abadi: Presiden Terkurung, Staf Strategis Didesak Mundur

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:00 WIB
Sutoyo Abadi: Presiden Terkurung, Staf Strategis Didesak Mundur

Sutoyo Abadi: Kandangkan Setkab, Setneg, dan Kepala Staf Keresidenan

Lembaga kajian politik Merah Putih punya peringatan keras. Koordinatornya, Sutoyo Abadi, menyoroti sistem komunikasi kepresidenan yang menurutnya lagi sakit parah. Intinya, ada penyumbatan informasi akut. Dia bilang, filter yang berlebihan sebelum laporan sampai ke meja Presiden itu justru berbahaya. Bisa-bisa, Kepala Negara kehilangan sentuhan dengan realitas yang beredar di masyarakat.

“Berkali-kali keadaan selalu meledak dari bawah tanpa disadari Presiden. Ini akibat komunikasi yang macet dan informasi yang tidak sampai secara utuh,”

kata Sutoyo dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Menurut dia, para pembantu Presiden terlihat cuma menciptakan stabilitas semu. Mereka kalah cepat dengan derasnya arus informasi di TikTok dan platform digital lain. Akibatnya, persoalan di akar rumput sering kali meledak tiba-tiba. Istana seperti tak punya radar.

Di sisi lain, Sutoyo menilai ada kesalahan fatal. Presiden dinilai menempatkan orang yang salah di posisi strategis. Kepercayaan yang berlebihan diberikan pada lingkaran dalam atau inner circle, yang pengalamannya minim dalam mengelola komunikasi strategis negara. Sistem yang seharusnya lancar justru dikendalikan oleh mereka.

“Presiden harus siap menerima informasi terburuk sekalipun. Yang terjadi justru jarak antara fakta dan informasi yang diterima Presiden semakin melebar,”

ujarnya.

Solusinya? Presiden harus berani melakukan by pass dari kanal formal. Soalnya, staf di bawahnya dinilai tidak profesional. Mereka malah menciptakan bubble informasi, membuat Presiden terkurung dalam percakapan digital yang terisolasi jauh dari denyut politik, ekonomi, dan sosial yang sesungguhnya.

Untuk menjelaskan kondisi ini, Sutoyo pakai teori Bottleneck. Intinya, ada titik hambatan dalam sistem yang memperlambat bahkan menghentikan aliran informasi. Dalam kasus ini, informasi menuju Presiden disebutnya macet total.


Halaman:

Komentar