Dampak dari penyesuaian sistem ini adalah fluktuasi jumlah kuota haji di setiap daerah. Gus Irfan memprediksi akan ada daerah yang mengalami peningkatan kuota, sementara daerah lain justru mengalami penurunan.
"Sebagai contoh, mungkin tahun ini kuota Bekasi naik tinggi, tahun depan akan turun. Kemudian daerah lain tahun ini turun, tahun depan naik. Perubahan ini sangat tergantung pada jumlah pendaftar di tahun tersebut," ungkapnya lebih lanjut.
Beliau juga menekankan sifat dinamis dari sistem ini, "Angkanya berbeda-beda tiap tahun. Tidak ada angka tetap untuk pembagian kuota, karena semuanya tergantung pada jumlah pendaftar pada waktu periode keberangkatan itu."
Untuk kuota haji 2026, telah ditetapkan total sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, 92 persen dialokasikan untuk jemaah haji reguler, sedangkan 8 persen sisanya diperuntukkan bagi jemaah haji khusus.
Artikel Terkait
Kobaran Api Hanguskan Rumah di Palmerah Dini Hari
Scroll Media Sosial Bikin Dada Sesak? Mungkin Kamu Terjebak dalam Perbandingan Karier yang Keliru
Heboh Video Bocil Block Blast: Penasaran yang Dijebak Phishing
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain