Pertemuan 2 2 Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Strategis
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan bilateral format 2 2 dengan rekan mereka dari Jepang, Menlu Motegi Toshimitsu dan Menhan Koizumi Shinjiro. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di Iikuri Guest House, Tokyo, pada hari Senin, dan membahas berbagai isu strategis untuk memperdalam Kemitraan Komprehensif Strategis antara kedua negara.
Navigasi Dinamika Global dan Komitmen Bersama
Dalam keterangannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa pertemuan ini sangat strategis, terutama dalam menavigasi dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari persaingan ekonomi hingga rivalitas politik. Kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama konkret yang saling menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dan Jepang, serta berkontribusi pada perdamaian kawasan dan dunia.
Kerja Sama Konkret: Keamanan Maritim dan Pembangunan Natuna
Beberapa poin kerja sama nyata yang menjadi fokus pembahasan adalah:
- Bantuan Kapal Patroli: Kelanjutan program hibah Kapal Patroli Cepat dari Jepang kepada Indonesia melalui program Official Security Assistance (OSA) untuk meningkatkan kapasitas keamanan maritim Indonesia.
- Pembangunan Pasar Ikan Natuna: Rencana groundbreaking pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna dengan nilai investasi sekitar USD 5,6 juta, yang ditargetkan dimulai pada awal Desember 2025.
Pandangan Kawasan: Sentralitas ASEAN dan Isu Global
Indonesia kembali menekankan prinsip sentralitas ASEAN dalam menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang inklusif dan tangguh, termasuk melalui implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Terkait isu global, Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan berharap dapat meningkatkan kerja sama kemanusiaan serta rekonstruksi di Gaza bersama Jepang.
Respons Terhadap Isu Strategis Kawasan
Dalam pertemuan tersebut, Jepang menyampaikan pandangannya mengenai empat isu kawasan utama:
- Laut China Timur dan Selatan: Kedua pihak menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS, dan menyuarakan keprihatinan terhadap upaya sepihak yang mengubah status quo.
- Semenanjung Korea (Korut): Para menteri menyampaikan kekhawatiran serius terhadap pengembangan nuklir dan rudal, serta mendorong denuklirisasi penuh. Jepang juga meminta dukungan Indonesia dalam penyelesaian isu penculikan warga Jepang.
- Palestina: Indonesia dan Jepang sepakat untuk mendorong implementasi solusi dua negara dan bekerja sama dalam kerangka CEAPAD untuk rehabilitasi Gaza.
- Myanmar: Kedua negara menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang memburuk di Myanmar dan berkomitmen untuk terus bekerja sama secara erat.
Penguatan Ekonomi Hijau dan Kemitraan Maritim
Dalam pertemuan terpisah, Menlu Sugiono dan Menlu Motegi juga membahas penguatan hubungan ekonomi dan investasi. Pengembangan ekonomi hijau dipandang sebagai prospek utama untuk mendorong kerja sama ini. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dan Jepang juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor maritim untuk mendukung kesejahteraan nelayan, ketahanan pangan, dan integrasi hasil laut Indonesia ke dalam rantai pasok global.
Artikel Terkait
Mahfud MD Desak Kejaksaan Agung Periksa Wakil Pimpinan BGN Nanik S Deyang soal Korupsi MBG
Kebakaran di Makassar, Satu Rumah dan Kos-Kosan Ludes Dilalap Api
Polisi Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Narkotika dari Malaysia di Pelabuhan Parepare, Lima Orang Diamankan
Ribuan Warga Karawang Desak Penutupan Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Dugaan Pesta Sesama Jenis