Refleksi Hari Pahlawan: Panggilan Jiwa Teruskan Perjuangan dan Bela Palestina
Bogor. Umat Islam didorong untuk memaknai Hari Pahlawan lebih dari sekadar upacara. Momen ini harus menjadi refleksi mendalam dan panggilan jiwa untuk melanjutkan perjuangan para syuhada. Pesan ini disampaikan Ketua Pecinta Al Aqsha, KH Shabri Lubis, dalam Tabligh Akbar bertema "Hari Pahlawan dan Bela Palestina" di Masjid Ibn Khaldun Bogor.
Kiai Shabri menegaskan, esensi peringatan Hari Pahlawan adalah menumbuhkan kesadaran sejarah dan rasa syukur. Keadaan bangsa saat ini adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
"Hari Pahlawan adalah bentuk penghormatan agar kita tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan," ujarnya di hadapan jamaah.
Beliau mengingatkan, melupakan jasa para pejuang merupakan salah satu bentuk kufur nikmat terhadap anugerah kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan darah dan air mata oleh ulama serta pejuang Islam di masa lalu.
Meneladani Jejak Perjuangan Ulama Patriotik
Kiai Shabri juga menyoroti perjuangan ulama patriotik seperti KH Sholeh Iskandar. Sosok ini disebutnya sebagai cerminan bahwa jihad kebangsaan dan jihad keagamaan dapat berjalan beriringan. Perjuangan KH Sholeh Iskandar menjadi inspirasi untuk terus mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai luhur.
Memperkuat Ukhuwah dan Solidaritas Palestina
Dalam kesempatan itu, Kiai Shabri mengajak seluruh jamaah untuk menghadiri pertemuan akbar Alumni 212. Sebagai Ketua Persaudaraan Alumni 212, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah wadah penting untuk mengevaluasi perjuangan dan menyuarakan aspirasi umat.
"Mari kita kuatkan kembali ukhuwah kita. Kehadiran dalam reuni akbar Alumni 212 adalah bukti bahwa persatuan umat Islam tetap menyala," serunya.
Kiai Shabri menekankan, momentum 212 memiliki relevansi kuat dengan tema solidaritas Palestina. Acara reuni tersebut dinilainya sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat syiar dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina.
Dengan demikian, semangat Hari Pahlawan tidak hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang aksi nyata membela keadilan dan persatuan umat, termasuk dalam konteks membela Palestina.
Artikel Terkait
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu
Guru Besar UI Kritik Ketidakselarasan Kebijakan Luar Negeri Prabowo dengan Aspirasi Publik
Pemerintah Siapkan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis dan Dorong Ekonomi Restoratif