SMAN 72 Jakarta Utara Terus Lakukan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pemulihan Siswa
SMAN 72 Jakarta Utara memastikan kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan secara daring. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekolah pasca insiden ledakan yang terjadi.
Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan pembelajaran tatap muka atau luring. Sekolah masih memantau perkembangan kondisi psikologis para siswa, di mana sebagian di antaranya masih mengalami trauma.
"Hari Senin dipastikan masih PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Kami juga masih memastikan dan memantau persetujuan dari orang tua, apakah memilih PJJ penuh atau model hybrid. Persetujuan orang tua adalah hal yang mutlak," jelas Tetty.
Lebih lanjut, Tetty menyampaikan bahwa keselamatan dan kenyamanan siswa adalah prioritas utama. Sekolah memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak bisa terburu-buru.
Artikel Terkait
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan
Pemilik Warung Steak Kalibata Dipanggil Polda, Kerugian Hampir Rp 100 Juta
Demokrat Tegaskan Roy Suryo Bukan Kader, Sebut Isu Ijazah Jokowi sebagai Pola Fitnah