"Kami tidak bisa memastikan semua siswa langsung belajar luring karena kondisi trauma sebagian dari mereka masih ada. Restu dan persetujuan dari seluruh orang tua murid sangat kami tunggu, mengingat anak-anak juga masih ada yang merasa takut," ucapnya.
Melalui pesannya, Tetty berharap agar seluruh siswa dapat segera pulih dan kembali bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal ini penting agar proses pembelajaran tidak tertinggal dari sekolah lainnya.
Sementara itu, proses hukum untuk kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara masih terus berlanjut. Laporan terbaru menyebutkan bahwa 36 saksi anak telah diperiksa oleh pihak berwajib. Terkait pelaku, yang masih berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dikabarkan sudah sadar namun belum dapat dimintai keterangan lengkap karena masih dalam masa pemulihan kesehatan.
Dari data korban insiden, tercatat 20 siswa masih menjalani perawatan intensif yang tersebar di empat rumah sakit berbeda. Satu siswa dengan inisial LH saat ini sedang dirawat di RSCM untuk menjalani operasi bedah plastik.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun