Bahlil Lahadalia Sindir RUU Pemilu lewat Wayang di HUT Golkar ke-61

- Jumat, 14 November 2025 | 23:12 WIB
Bahlil Lahadalia Sindir RUU Pemilu lewat Wayang di HUT Golkar ke-61

Bahlil Lahadalia Bicara Wayang dan RUU Pemilu di HUT Golkar ke-61

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan respons jenaka ketika ditanya mengenai perkembangan RUU Pemilu. Rancangan undang-undang ini telah masuk dalam daftar prioritas dan rencananya akan mulai dibahas di DPR pada tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat menghadiri pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Partai Golkar yang ke-61. Acara berlangsung di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Jumat malam.

Wayang sebagai Warisan Budaya dalam Perayaan HUT Golkar

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menekankan bahwa pertunjukan wayang merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan HUT partainya. Ia menyatakan wayang sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan.

"Wayang ini sudah mendapat pengakuan dari UNESCO. Tugas kita bersama adalah menjaga dan melestarikannya, serta terus menyajikannya kepada masyarakat," ujar Bahlil.

Dia juga mengakui keterbatasan pengetahuannya tentang wayang sebagai orang Papua, namun mengapresiasi nilai seni yang terkandung di dalamnya. "Sekjen saya mengatakan bahwa wayang tidak hanya tentang seni tari, tapi juga seni suara yang luar biasa," tambahnya.

Respons Santai Terhadap Isu RUU Pemilu

Ketika ditanya mengenai dinamika politik menjelang pembahasan RUU Pemilu, Bahlil memilih untuk merespons dengan santai. Dengan senyuman, dia berkelakar: "Rasanya malam ini temanya wayang ya. Wayang kok ada undang-undang politik ya. Mungkin wayang juga sudah masuk UNESCO politik."

Bahlil menegaskan bahwa isu RUU Pemilu tidak relevan dengan acara malam itu. Dia memastikan bahwa pembahasan mengenai RUU Pemilu akan dilakukan pada waktu dan forum yang tepat.

Mengenal Kembali Tradisi Wayang di Partai Golkar

Dalam sambutannya di atas panggung, Bahlil juga menyoroti sejarah panjang hubungan Partai Golkar dengan kesenian wayang. Dia mengungkapkan bahwa wayang pernah memainkan peran penting di masa kejayaan Partai Golkar.

"Wayang ini dulu menjadi instrumen komunikasi yang efektif antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat, termasuk dalam mensosialisasikan program-program seperti Keluarga Berencana," jelas Bahlil.

Dia menyatakan komitmen Partai Golkar untuk menghidupkan kembali tradisi positif ini. "Kita berusaha mengembalikan apa yang dilakukan para senior terdahulu untuk kita lanjutkan dan wariskan. Tradisi yang baik penting untuk kita pelihara," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar