Insiden Pembacokan di Purbalingga: IRT Diduga Depresi Bacok Dua Tetangga
Sebuah insiden pembacokan yang dilakukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) menggemparkan warga Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Peristiwa kekerasan ini terjadi pada hari Kamis, 13 November 2025, dimana pelaku berinisial YL (46) menyerang dua orang tetangganya menggunakan parang tanpa alasan yang jelas.
Kedua korban dilaporkan mengalami luka-luka parah di beberapa bagian tubuh mereka akibat serangan membabi buta tersebut. Kejadian ini bermula ketika salah satu korban, Jasminah (60), hendak berangkat berjualan keliling. Pelaku YL mendekati Jasminah yang mengira bahwa tetangganya itu ingin membeli dagangannya.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Tiba-tiba, YL mengeluarkan sebilah golok yang disembunyikannya di balik pakaian daster dan langsung menyasar Jasminah. Korban pun tersungkur dengan luka bacokan di bagian kepala dan pinggang.
Mendengar suara teriakan minta tolong, seorang tetangga lainnya, Bayu Suseno, bergegas mendatangi lokasi kejadian. Sayangnya, upaya Bayu untuk melerai justru berbalik membuatnya menjadi korban kedua. Pelaku YL juga menyerang Bayu tanpa ampun.
Anak dari korban Jasminah, Rita, menyatakan keterkejutannya. "Ibu saya kira pelaku itu mau beli dagangan, tidak tahunya malah diserang secara tiba-tiba menggunakan golok," ujarnya.
Menurut keterangan Kepala Dusun I Desa Selabaya, Jarwanto, pelaku YL diduga telah lama menderita depresi. Kondisi kejiwaannya tersebut memburuk setelah ia berpisah dari suaminya. "Sejak pisah dengan suaminya, pelaku ini memang sering menunjukkan perilaku mengamuk tanpa sebab yang jelas," jelas Jarwanto.
Setelah melakukan aksi penganiayaan, pelaku sempat bersembunyi di dalam rumahnya. Namun, berkat kerjasama antara warga dan petugas Polsek Kalimanah, YL berhasil diamankan. Sementara itu, kedua korban, Jasminah dan Bayu Suseno, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka serius yang diderita.
Pelaku YL sendiri telah dibawa ke Rumah Sakit Margono Purwokerto guna menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan jiwa. Hingga berita ini diturunkan, kasus penganiayaan serius ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
Artikel Terkait
Ragam Pilihan Ngabuburit di Makassar, dari Pantai hingga Kuliner Tradisional
BMKG Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Sidang Isbat Tunggu Hasil Rukyat
Yenny Wahid: Hormati Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Arab Saudi Siapkan Ruang Iktikaf di Atap Masjid Nabawi Sambut Ramadan