Kronologi Tragedi Sungai Penyaringan Bali: 1 Tewas, 1 Hilang, dan 1 Selamat

- Kamis, 13 November 2025 | 12:48 WIB
Kronologi Tragedi Sungai Penyaringan Bali: 1 Tewas, 1 Hilang, dan 1 Selamat
Tragedi di Sungai Penyaringan Bali: 1 Tewas, 1 Hilang, 1 Selamat - Info Terkini

Tragedi Sungai Penyaringan Bali: Satu Tewas dan Satu Masih Hilang Terseret Arus Bah

Sebuah musibah tenggelam terjadi di Sungai Penyaringan, yang terletak di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Insiden yang melibatkan tiga warga ini berlangsung pada Rabu sore, sekitar pukul 16.00 WITA.

Ketiga korban yang merupakan warga setempat telah diidentifikasi. Mereka adalah Riski Nanda (22 tahun), Shahrudy Rizqi (46 tahun), dan Abdurrahman Agus (57 tahun). Menurut laporan, ketiganya adalah pria yang sedang mandi di sungai sebelum terseret arus deras secara tiba-tiba.

Dari ketiga korban, kondisi terkininya berbeda-beda. Riski Nanda berhasil diselamatkan dari terjangan air. Sayangnya, nasib berbeda menimpa Shahrudy Rizqi yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Abdurrahman Agus masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan oleh tim pencari.

Kronologi kejadian diungkapkan oleh Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana. Menurutnya, musibah ini bermula ketika ketiga korban sedang mandi di sungai. Tiba-tiba, air bah dengan debit besar datang dan menyapu serta menyeret mereka.

Proses pencarian korban menghadapi kendala yang signifikan. Faktor utama adalah debit air sungai yang masih tinggi dan diperparah dengan cuaca hujan deras. Pada hari pertama, operasi pencarian terpaksa dihentikan pada pukul 22.00 WITA karena kondisi gelap dan jarak pandang yang sangat terbatas, menyulitkan para petugas.

Pada hari kedua, operasi SAR dilanjutkan kembali tepat pada pukul 06.00 WITA pagi ini. Tim gabungan mengerahkan dua unit SAR Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran Sungai Penyaringan.

Hingga saat ini, operasi pencarian untuk menemukan Abdurrahman Agus masih terus dilakukan secara maksimal oleh Tim SAR Gabungan di titik lokasi dimana korban dilaporkan hilang. Masyarakatakat dihimbau untuk tetap berhati-hati terhadap potensi banjir bandang dan arus sungai yang tidak terduga, terutama di musim penghujan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar