murianetwork.com - Kabar mengejutkan datang lagi dari Korea Selatan, khususnya dunia politiknya.
Laporan dari tanggal 3 Januari mengungkapkan bahwa seorang pria berusia 60-an, yang menikam perwakilan Partai Demokrat Lee Jae Myung.
Masa lalu penyerang mencakup pola bergabung dan keluar dari partai konservatif.
Pria tersebut mengaku bergabung dengan Partai Demokrat tahun lalu dengan motif tersembunyi.
Menurut yang dilansir murianetwork.com melalui laman Allkpop, dia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Perwakilan Lee Jae Myung.
Dia bertujuan untuk memantau jadwal perwakilan tersebut dengan cermat, mengisyaratkan rencana serangan tersebut.
Pihak berwenang sekarang mencari surat perintah penggeledahan untuk menyelidiki afiliasi partainya secara menyeluruh.
Mereka bertujuan untuk menentukan apakah penikaman tersebut merupakan kejahatan kebencian politik, terutama mengingat keterlibatan tersangka dalam berbagai kelompok politik dan penargetan khusus terhadap Lee Jae Myung.
Polisi sangat ingin mengonfirmasi keanggotaan partainya saat ini dan di masa lalu, menyelidiki catatan komunikasi untuk mencari bukti potensial adanya konspirasi atau perencanaan solo.
Di tengah ketidakpastian dan pertanyaan mengenai kredibilitas keterangan tersangka, polisi tetap berupaya mendapatkan surat perintah penggeledahan sesuai Pasal 24 Ayat 4 UU Partai Politik.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Trump Bantah Keterbatasan Militer AS di Tengah Ketegangan dengan Iran
Citra Satelit Ungkap Kerusakan di Pangkalan Udara Ramat David Usai Serangan Rudal Balistik Iran
Tiga Guru Besar Kedokteran Siap Jadi Saksi Ahli untuk Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Iran Tuding AS-Israel Ciptakan Perpecahan, Negara Teluk Kutuk Serangan Rudal ke Kuwait