Dia menambahkan Kecelakaan terjadi saat latihan terbang malam rutin. Lanud Pahang berada di lokasi bersebelahan dengan bandara sipil.
Warga yang tinggal di sekitar lanud melaporkan suara ledakan keras saat kecelakaan terjadi, beberapa saksi bahkan membandingkan suara itu dengan serangan rudal.
Warga sekitar, Mazlan Abdullah, mengatakan ada dua suara ledakan keras yang terdengar, disertai api di area tersebut.
"Setelah ledakan pertama, saya melihat api di dalam area bandara dan asap mengepul," katanya, seperti dikutip dari The Straits Times.
"Ketika saya melihat ke lapangan terbang, ada api. Kemudian terjadi ledakan kedua, menyebabkan api menyebar lebih jauh dan juga tercium bau terbakar," ujarnya, lagi.
Ini diyakini sebagai kecelakaan besar pertama melibatkan jet tempur F/A-18D di Malaysia sejak mulai beroperasi pada 1997
Sumber: inews
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang