Pyongyang kemudian ‘withdrew’ dari perjanjian itu sepenuhnya dan kembali mensenjatai prajurit mereka di area ‘demilitarised zone’ yang memisahkannya dengan Korea Selatan.
Sementara Korea Utara terus melangsungkan pengembangan senjata nuklir mereka, Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan keamanan di daerah mereka.
Pada pertemuan di Washington pada hari Jumat, AS membahas terkait respon yang sesuai terhadap potensi serangan nuklir Korea Utara tersebut.
China, ‘on the other side’, mendukung Pyongyang. “China dan Korea Utara sudah saling memercayai dan mendukung satu sama lain sepenuhnya,” sebut Wang Yi, Menteri Luar Negeri China.
Korea Utara sejauh ini telah melakukan tes terhadap senjata-senjata mereka tanpa adanya sanksi dikarenakan dukungan China dan Russia yang terus mendukung di Dewan Keamanan PBB. (aly)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: riausatu.com
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran