SEOUL, murianetwork.com – Konflik di Semenanjung Korea memanas menyusul Korea Utara meluncurkan rudal mereka ke bagian barat Hokkaido, Jepang, Senin (18/12/2023).
Aksi ini dilakukan sebagai pembalasan setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan pertemuan pekan lalu yang membahas serangan nuklir dari Korea Utara sebelumnya.
Rudal yang ditembakkan merupakan jenis rudal balistik antarbenua (ICBM) yang jarak tempuhnya bisa mencapai 1.000 km, yaitu dapat menjangkau benua Amerika Utara.
Peluncuran rudal ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan mengurangi keamanan semenanjung Korea, seperti dilansir dari BBC.com.
Permulaan dari kejadian ini adalah ketegangan antara Korea Utara dan Selatan pada bulan lalu ketika Pyongyang, ibu kota Korea Utara, berhasil meluncurkan satelit mata-mata ke orbit, yang juga pelanggaran terhadap sanksi PBB.
Seoul selanjutnya merespon dengan menangguhkan sebagian perjanjian militer yang ditujukan untuk mengurangi prajurit bersenjata di perbatasan dan mengurangi terjadinya kerusuhan.
Pyongyang kemudian ‘withdrew’ dari perjanjian itu sepenuhnya dan kembali mensenjatai prajurit mereka di area ‘demilitarised zone’ yang memisahkannya dengan Korea Selatan.
Sementara Korea Utara terus melangsungkan pengembangan senjata nuklir mereka, Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan keamanan di daerah mereka.
Pada pertemuan di Washington pada hari Jumat, AS membahas terkait respon yang sesuai terhadap potensi serangan nuklir Korea Utara tersebut.
China, ‘on the other side’, mendukung Pyongyang. “China dan Korea Utara sudah saling memercayai dan mendukung satu sama lain sepenuhnya,” sebut Wang Yi, Menteri Luar Negeri China.
Korea Utara sejauh ini telah melakukan tes terhadap senjata-senjata mereka tanpa adanya sanksi dikarenakan dukungan China dan Russia yang terus mendukung di Dewan Keamanan PBB. (aly)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: riausatu.com
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Perundingan Doha Difokuskan pada Selat Hormuz
Iran Klaim Serang Delapan Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Drone Serat Optik Hizbullah Kibarkan Alarm di Israel: Militer Berburu Penangkal
Iran Serukan Kerangka Keamanan Baru dengan Negara Teluk, Klaim Kuasai Selat Hormuz