Kementerian luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan serangan itu menunjukkan "Tidak ada pembicaraan mengenai gencatan senjata" dengan Kremlin pada saat ketidakpastian masih membayangi masa depan Kyiv dan mendesak sekutunya untuk terus mengirimkan bantuan jangka panjang.
Pada sidang Dewan Keamanan PBB yang diadakan secara mendadak, sebagian besar anggota dewan, seperti Amerika Serikat, Perancis dan Inggris, mengutuk serangan yang dilancarkan Rusia tersebut.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, mengatakan Moskow hanya menyerang infrastruktur militer dan sistem pertahanan udara Ukraina bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan pihaknya menembak jatuh 87 rudal jelajah dan 27 drone dari total 158 serangan udara yang ditembakkan oleh Rusia.
Baca Juga: IRGC Ancam Israel dengan Mengatakan Iran akan Meratakan Tel Aviv Jika Mereka Berani Lakukan Hal ini
Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov mengklaim bahwa serangan udara Rusia ini sebagai serangan udara paling masif dalam perang tersebut dengan melibatkan 18 pembom strategis.
Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 30 orang dan 160 orang lebih mengalami luka-luka.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: wowbabel.com
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran