murianetwork.com- Ribuan tempat praktik dokter di seluruh Jerman akan tutup selama sepekan antara Natal dan Tahun Baru, mengikuti rencana aksi mogok di tengah meningkatnya penyakit pernapasan di negara tersebut.
Gelombang penyakit pernapasan pada Desember 2023 telah menyebabkan lonjakan kasus flu dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Ketua Federal Asosiasi Virchowbund, Dirk Heinrich, menyatakan bahwa hampir semua tempat praktik dokter saat ini menghadapi beban kerja berlebih.
Baca Juga: Survei Harvard-Harris: Mayoritas Anak Muda AS Dukung Israel Diakhiri dan Diberikan ke Palestina
Data dari Robert Koch Institute (RKI) menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang di Jerman telah jatuh sakit sebelum Natal, mencakup kasus flu dan RSV.
Selain itu, jumlah infeksi Covid-19 juga meningkat di Jerman, dengan warga lanjut usia menjadi kelompok yang paling terdampak.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri