Iran mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke delapan lokasi militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Minggu dini hari, 28 Juni 2026. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi tersebut berhasil sebagai pembalasan atas serangan AS sehari sebelumnya.
Serangan balasan ini menargetkan infrastruktur militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS di Bahrain. IRGC mengerahkan rudal balistik dan drone dalam operasi yang melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bentrokan bersenjata ini merupakan yang terbesar sejak AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman damai pada 17 Juni lalu.
Konflik terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kargo yang melintas tanpa izin di Selat Hormuz pada Kamis lalu. AS merespons dengan menyerang target-target militer Iran di pesisir Selat Hormuz, termasuk fasilitas radar dan gudang rudal serta drone di Sirik dan Qeshm. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan AS di Bahrain.
Kejadian serupa kembali terulang pada Sabtu, memperpanjang siklus serangan balasan antara kedua negara.
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Perundingan Doha Difokuskan pada Selat Hormuz
Drone Serat Optik Hizbullah Kibarkan Alarm di Israel: Militer Berburu Penangkal
Iran Serukan Kerangka Keamanan Baru dengan Negara Teluk, Klaim Kuasai Selat Hormuz
Gempa Kembar Guncang Venezuela, 920 Tewas dan Puluhan Ribu Hilang