Pada Senin (31/7), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan memberikan balasan keras terhadap serangan di lapangan sepak bola di dataran tinggi Golan hari Sabtu (27/8)
Serangan roket itu mengakibatkan 12 orang tewas dan Hizbullah dituduh sebagai pelaku utamanya.
Sementara Hizbullah dengan tegas mengatakan tidak terlibat dalam serangan mematikan di Golan. Mereka menilai serangan itu berasal dari kesalahan teknis Iron Dome Israel.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela