JF-17 sendiri merupakan jet tempur ringan dengan mesin tunggal, sementara Rafale memiliki bobot sedang dan bermesin ganda.
Bahkan secara mendasar, Rafale memiliki sayap canard delta yang tidak dimiliki oleh JF-17.
Keduanya sama-sama menjadi incaran banyak negara, namun keputusan akhir sangat bergantung pada kondisi (terutama anggaran) dan kebutuhan masing-masing.
Dari tujuan awal produksinya, JF-17 dirancang bagi negara yang membutuhkan jet tempur "murah meriah".
Sasaran utama pesawat ini adalah negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah seperti Nigeria, Myanmar, dan Pakistan.
Meski diklaim "murah meriah", kemampuan pesawat ini tidak kalah bersaing dengan jet tempur canggih buatan negara-negara Barat.
Sedangkan tujuan diproduksinya Rafale adalah menawarkan keunggulan bagi negara-negara yang membutuhkan jet tempur berupa kemampuan deteksi dan pelacakan target, menjalankan peran seperti superioritas udara, serangan darat, pengintaian, dan pencegahan nuklir.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu