Ketika ditekan soal konfirmasi, dia menjawab, "Saya telah berbicara dengan banyak orang, dan kami yakin, kami merasa, kami merasa bahwa itu adalah berita yang benar."
Namun begitu, dari Iran datang bantahan beruntun yang tak kalah keras. Humas kantor Khamenei langsung bersuara lewat media pemerintah. Pesannya singkat tapi jelas: "Musuh menggunakan perang mental, semua harus waspada."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, lebih gamblang lagi saat diwawancarai Sky News. Dia menyatakan baik Khamenei maupun Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi baik-baik saja.
"Mereka semua selamat dan sehat," tegas Baghaei.
Kantor berita Tasnim dan Mehr bahkan memberitakan bahwa Khamenei masih memegang kendali dengan teguh. Dia dikabarkan "tetap mantap dalam memimpin medan perang". Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam wawancara terpisah, dia membantah semua laporan kematian itu.
“Hampir semua pejabat selamat dan sehat. Kita mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar,” imbuhnya, mencoba meredam spekulasi.
Jadi, mana yang benar? Di tengah hiruk-pikuk informasi dan perang narasi ini, satu hal yang pasti: situasinya sangat mencekam. Masing-masing pihak bersikukuh pada versinya sendiri, sementara dunia menunggu kejelasan di balik kabut perang yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden