Pengamat Timur Tengah Ragukan Ambisi Perdamaian Trump, Sebut Hanya Ingin Jadi Pemimpin Acara

- Minggu, 08 Februari 2026 | 03:00 WIB
Pengamat Timur Tengah Ragukan Ambisi Perdamaian Trump, Sebut Hanya Ingin Jadi Pemimpin Acara

"Orang Iran mengatakan, kita dapat mencapai kesepakatan, kerangka kerja yang dapat menjamin program nuklir kita tidak akan bergeser ke arah... program militer," jelas Ahmadian dari Teheran.

Kuncinya ada pada imbalan. Ahmadian mengungkapkan bahwa Iran sedang membahas batasan program nuklirnya. Tujuannya untuk meredam kekhawatiran tidak hanya AS, tapi juga Eropa dan pihak lain. Syaratnya? Pencabutan sanksi. "Jika Presiden Trump hari ini berkomentar tentang kesepakatan nuklir tanpa isu lain yang diangkat, [itu] harus dianggap serius," katanya.

Ia bahkan melihat potensi. "Saya pikir berpotensi ada kesepakatan antara keduanya, karena secara teknis jaminan dapat diberikan agar Iran tidak bergerak menuju persenjataan program nuklirnya."

Jadi, narasinya rumit. Di satu sisi, ada ambisi perdamaian yang diragukan legitimasinya. Di sisi lain, pintu dialog teknis dengan Iran ternyata belum sepenuhnya tertutup. Semuanya tergantung pada apa yang lebih diutamakan: panggung politik, atau jalan diplomasi yang berliku.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar