Suasana di Teheran Minggu lalu tegang, tapi juga penuh semangat. Ribuan pendukung berkumpul, memperingati momen bersejarah kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran pada 1979. Di tengah kerumunan itu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pesan yang keras dan gamblang, terutama ditujukan ke arah Washington.
Khamenei secara terbuka memperingatkan Amerika Serikat. Intinya: jangan coba-coba. Menurutnya, serangan apa pun dari AS terhadap Iran tidak akan berakhir sederhana. Itu akan memicu "perang regional".
Peringatan itu bukan datang dari ruang hampa. Latar belakangnya adalah meningkatnya kehadiran militer AS di Timur Tengah di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Khamenei menilai langkah-langkah Washington itu mengancam. Bahkan, ia menuduh AS punya nafsu untuk “melahap” Iran dan merebut kendali atas sumber daya minyak serta gas alamnya yang melimpah.
Di sisi lain, pidato Khamenei juga menyentuh gelombang protes dalam negeri yang sempat mengguncang negara itu. Ia menyebutnya sebagai “pemberontakan yang mirip dengan kudeta”.
Artikel Terkait
Kain Suci Kabah Dikirim ke Jeffrey Epstein, Terungkap dari Dokumen Rahasia
Anggota DPR Soroti Iuran Rp 16,7 Triliun untuk Dewan Perdamaian Gaza
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Hantam Israel Langsung
Dokumen Epstein Bongkar Klaim Liar Soal Bill Gates dan Tawaran Makan Malam untuk Sang Duke