Dokumen Epstein Bongkar Klaim Liar Soal Bill Gates dan Tawaran Makan Malam untuk Sang Duke

- Minggu, 01 Februari 2026 | 19:50 WIB
Dokumen Epstein Bongkar Klaim Liar Soal Bill Gates dan Tawaran Makan Malam untuk Sang Duke

Mandelson sendiri, dalam pesan lain, pernah menyebut Epstein sebagai “teman baik dan benar-benar dapat dipercaya.”

Semua pengungkapan ini terjadi tujuh tahun setelah Epstein ditemukan meninggal di sel penjaranya. Tapi bayang-bayangnya ternyata masih panjang, terus membayangi orang-orang yang pernah berhubungan dengannya termasuk Gates yang pernah menjadi orang terkaya di dunia.

Gates sendiri sebenarnya punya jejak filantropi yang kuat di Inggris. Yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation, diketahui mendanai berbagai proyek penelitian kesehatan dan vaksin di negara itu. Bulan lalu terungkap yayasan itu membiayai biaya penerjemahan untuk Direktorat Obat Hewan senilai £21.500.

Di tengah guncangan ini, muncul pertanyaan tentang gelar kehormatan Gates. Dia dianugerahi gelar Knight Commander of the Order of the British Empire oleh Ratu Elizabeth II pada 2005. Meski begitu, gelar ‘Sir’ tidak disandangnya karena bukan warga negara Inggris. Kemungkinan akan ada seruan untuk mencabut gelar kehormatan itu, meski sumber di Whitehall enggan berkomentar.

Berkas-berkas yang dirilis juga memuat ribuan video dan gambar, meski tidak semuanya berkaitan langsung dengan Epstein. Todd Blanche, Wakil Jaksa Agung AS, menyebut ada “sejumlah besar pornografi komersial” di dalamnya.

Jaringan Epstein memang luas, mencakup banyak nama besar. Termasuk Donald Trump. Epstein pernah mengatakan Trump “mengetahui tentang para gadis itu”. Namun, Blanche bersikeras bahwa Trump telah dibebaskan dari segala tuduhan setelah dokumen dirilis sepenuhnya.

“Dalam semua komunikasi ini,” kata Blanche, “bahkan ketika berusaha sebaik mungkin untuk mencela Presiden Trump, Epstein tidak pernah menyarankan bahwa Presiden Trump telah melakukan sesuatu yang kriminal.”

Rilis dokumen ini seharusnya sudah dilakukan paling lambat Desember tahun lalu, sesuai kewajiban hukum. Pemerintahan Trump baru merilis sebagian kecil sebelum batas waktu. Kini, sisa materinya diyakini telah dipublikasikan semua, membuka lagi luka lama yang tak kunjung sembuh.


Halaman:

Komentar