Nah, menariknya, tanggal 12 Agustus 2026 itu ternyata bukan tanggal biasa. Menurut laporan IFLScience, pada hari itu akan terjadi gerhana matahari total yang terlihat dari Arktik hingga Spanyol. Sepertinya si pembuat hoaks sengaja memilih tanggal yang sering dikait-kaitkan dengan fenomena mistis atau bencana. Orang emang gampang terpancing kalau sudah ada gerhana.
Lalu, apa penyebab hilangnya gravitasi versi mereka?
Kedengarannya ilmiah dan canggih, ya? Tapi sayangnya, itu salah total. Gelombang gravitasi bergerak dengan kecepatan cahaya. Kalau NASA benar-benar bisa memprediksi perpotongannya bertahun-tahun sebelumnya, berarti mereka punya teknologi yang melawan hukum fisika. Lagipula, bukan NASA yang biasa meneliti gelombang gravitasi, melainkan kolaborasi observatorium seperti LIGO, Virgo, dan KAGRA.
Intinya, gimana sih caranya Bumi kehilangan gravitasi? Satu-satunya cara ya Bumi harus kehilangan massanya secara instan. Bayangkan, inti, mantel, sampai kerak Bumi harus lenyap dalam sekejap. Kalau itu terjadi, ya Bumi-nya sendiri sudah nggak ada. Mana mungkin kita masih bisa menghitung detik-detik kejadiannya?
Fisika dasarnya sederhana: selama suatu benda punya massa, dia akan punya medan gravitasi. Nggak ada cara mematikan gravitasi tanpa menghilangkan massa itu sendiri. Jadi, tenang aja. Tanggal 12 Agustus 2026 nanti, yang terjadi cuma gerhana matahari total, bukan hari dimana kita semua bakal melayang lalu jatuh dari langit.
Artikel Terkait
Orban Bongkar Rapat Rahasia: Elite Eropa Siapkan Dewan Perang Hadapi Rusia
Zeitenwende: Jerman Bangkitkan Kembali Raksasa Militer di Tengah Keretakan NATO
Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol: 21 Tewas dalam Malam Nestapa Andalusia
Bayar Duka di Garis Depan: Trauma dan Cedera Moral Melanda Tentara Israel Usai Dua Tahun Perang Gaza