Sementara itu, kabar tentang kondisi Maduro datang dari putranya sendiri, Nicolás Maduro Guerra. Dalam sebuah video yang dirilis partai pemerintah PSUV, dia menyatakan ayahnya dalam keadaan baik.
Namun begitu, pemerintah Venezuela justru menampik keras peringatan dari Washington itu. Melalui Kementerian Luar Negeri mereka, laporan tentang ancaman terhadap warga AS disebut sebagai upaya menciptakan ketakutan yang tak berdasar sama sekali.
Mereka bersikeras situasi di dalam negeri aman dan terkendali. Semua itu, tegas mereka, cuma “laporan palsu” yang bertujuan membentuk persepsi buruk.
Dengan beberapa rute penerbangan internasional yang mulai dibuka kembali, imbauan untuk segera keluar dari Venezuela itu kini terdengar lebih mendesak dari sebelumnya. Bagi warga AS yang masih berada di sana, situasinya jelas mencemaskan.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden