Sementara itu, kabar tentang kondisi Maduro datang dari putranya sendiri, Nicolás Maduro Guerra. Dalam sebuah video yang dirilis partai pemerintah PSUV, dia menyatakan ayahnya dalam keadaan baik.
Namun begitu, pemerintah Venezuela justru menampik keras peringatan dari Washington itu. Melalui Kementerian Luar Negeri mereka, laporan tentang ancaman terhadap warga AS disebut sebagai upaya menciptakan ketakutan yang tak berdasar sama sekali.
Mereka bersikeras situasi di dalam negeri aman dan terkendali. Semua itu, tegas mereka, cuma “laporan palsu” yang bertujuan membentuk persepsi buruk.
Dengan beberapa rute penerbangan internasional yang mulai dibuka kembali, imbauan untuk segera keluar dari Venezuela itu kini terdengar lebih mendesak dari sebelumnya. Bagi warga AS yang masih berada di sana, situasinya jelas mencemaskan.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April