Suasana tegang kembali menghangat di perairan Atlantik Utara. Pemicunya? Amerika Serikat baru-baru ini menyita sebuah kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan kepentingan Rusia. Tindakan AS ini, tentu saja, tidak dibiarkan begitu saja oleh Moskow.
Menurut sejumlah laporan, Rusia merespons dengan mengerahkan kapal perangnya. Seolah-olah, geladak diplomasi internasional kembali gemuruh oleh langkah-langkah provokatif dari kedua kubu.
Kapal yang disita itu bernama Bella 1, atau yang sekarang disebut Marinera. Alasannya klasik: melanggar sanksi yang diterapkan Washington. Pengejaran dramatis terjadi lebih dari dua minggu, berawal dari dekat Venezuela hingga akhirnya kapal itu berhasil diamankan di Atlantik Utara. Upaya penyitaan ini diklaim AS sebagai bagian dari dukungan atas proklamasi era Trump yang menargetkan kapal-kapal tersanksi yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.
Namun begitu, tindakan Washington ini berisiko tinggi. Banyak pengamat yang menilai langkah itu bisa memperuncing ketegangan antara dua raksasa nuklir tersebut. Apalagi, respons Rusia datang dengan cepat dan tegas.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden