Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan

- Selasa, 06 Januari 2026 | 11:25 WIB
Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan

Suasana mencekam sudah menyelimuti Venezuela sejak dini hari. Dentuman dan tembakan tiba-tiba memecah keheningan malam Sabtu itu, menciptakan situasi yang menurut para prajurit di lapangan, benar-benar tak terlupakan dan menegangkan.

Ricardo Salazar, salah satu prajurit Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela, masih bisa mengingat detailnya. Kepanikan dan kebingungan bercampur jadi satu di tengah segala sesuatu yang bergerak begitu cepat. Yang ia dengar pertama kali adalah ledakan bersahutan. Lalu siulan keras di udara, begitu menusuk sampai-sampai ia tak bisa menebak dari mana serangan itu datang.

“Saya mendengar ledakan, saya mendengar siulan. Semuanya seperti siulan. Untuk sesaat saya tidak mendengar helikopter,” ujar Ricardo, memberikan kesaksiannya sehari setelah kejadian.

Hanya hitungan detik setelah suara siulan itu, sebuah benda jatuh tak jauh dari posisinya.

Ledakannya begitu dahsyat. Tenaga dari ledakan itu melemparkan Ricardo dan seorang rekannya ke tanah. Debu dan tanah beterbangan, visibilitas langsung nol. Ia sama sekali tak sempat mengenali jenis persenjataan apa yang digunakan. Tapi ia yakin betul: itu bom yang dijatuhkan dari udara.


Halaman:

Komentar