Serangan Drone ke Kediaman Putin, Rusia Tuding Ukraina Usai Pertemuan Zelensky-Trump

- Selasa, 30 Desember 2025 | 07:25 WIB
Serangan Drone ke Kediaman Putin, Rusia Tuding Ukraina Usai Pertemuan Zelensky-Trump

Sebuah laporan yang cukup mencengangkan datang dari Moskow. Ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa militer Ukraina disebut-sebut berupaya membunuh Vladimir Putin. Caranya? Dengan menargetkan langsung kediaman dinas sang presiden menggunakan drone.

Yang menarik, serangan ini terjadi tak lama setelah sebuah pertemuan penting. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru saja bertemu dengan Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu lalu. Pertemuan itu sendiri konon membahas jalan untuk mengakhiri perang.

Namun begitu, suasana damai itu langsung buyar.

Ushakov, saat berbicara pada wartawan hari Senin, menyebut Putin sendiri yang telah menyampaikan kabar serangan ini kepada Trump melalui sambungan telepon.

"Dan, tentu saja, Vladimir Putin menarik perhatian rekannya, Donald Trump, terhadap fakta bahwa segera setelah apa yang dianggap pihak AS sebagai putaran negosiasi yang sukses di Mar-a-Lago, rezim Kiev melancarkan serangan teroris menggunakan drone jarak jauh skala besar," papar Ushakov.

Menurut penuturannya, segerombolan drone itu ditujukan ke rumah dinas Putin di Novgorod. Tapi, serangan itu gagal total. Sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegatnya sebelum mencapai sasaran.

Nada Putin dalam percakapan itu digambarkan tegas. Dia menyampaikan pada Trump bahwa serangan semacam ini yang menargetkan kepalanya secara langsung tidak akan dibiarkan berlalu tanpa konsekuensi. Pesannya jelas: ini adalah tindakan yang sangat serius.

Di sisi lain, Putin juga tak lupa menegaskan satu hal. Dia menyatakan bahwa Rusia tetap punya keinginan kuat untuk bekerja sama, secara erat dan produktif, dengan Amerika Serikat. Tujuannya tetap sama: mencari perdamaian untuk Ukraina.

Jadi, di tengah ancaman dan nada keras, masih ada secarik harapan untuk dialog. Meski jalan menuju perdamaian itu kini terasa lebih berliku dan penuh ranjau setelah kejadian ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar