Pernyataan dari IRGC kemudian disebarkan oleh Kantor Berita Iran, IRNA, yang mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Iran menargetkan markas besar dinas intelijen Israel, Mossad, di Erbil.
“Ini adalah serangan teroris, sebuah tindakan yang tidak manusiawi yang telah dilakukan terhadap Erbil. Kami tidak akan takut atau terguncang,” kata Gubernur Erbil, Omed Khosnaw, sebagaimana dilansir Kantor Berita Irak, Rudaw.
Sementara itu, Hemn Hawrami, seorang politisi terkemuka di Partai Demokratik Kurdistan, mengatakan di platform media sosial X bahwa setidaknya 5 orang tewas dalam ledakan tersebut.
“Serangan yang tidak dapat dibenarkan malam ini di Erbil oleh IRGC menargetkan sebuah rumah warga sipil. Pemilik rumah, Peshraw Dzaiy dan 4 anggotanya keluarganya kehilangan nyawa,” kata Hawrami.
Namun, kematian-kematian tersebut masih belum bisa dikonfirmasi.
IRGC mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan rudal terhadap para pelaku operasi teroris di Republik Islam Iran, khususnya ISIS di Syria, demikian IRNA melaporkan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang