Salah satunya adalah larangan bagi siswa untuk mengenakan abaya, sebuah pakaian tradisional yang umum digunakan oleh masyarakat Muslim, di sistem sekolah umum Prancis.
Baca Juga: Cerita Pengusaha Sukses dari Nol, Usaha Keripik Pisang Lulusan Politeknik Negeri Jember
Kebijakan Gabriel Attal ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Dalam pidato penyerahan jabatan, Gabriel Attal berjanji untuk memperkuat sistem pendidikan dan kesehatan di negara tersebut serta mendorong pengendalian imigrasi yang lebih baik.
Gabriel Attal juga menekankan bahwa prioritas utamanya adalah meningkatkan keamanan di Prancis.
Baca Juga: Lowongan Kerja Admin Toko di Samarinda Utara, Gaji Capai Rp3 Juta, Minimal Lulusan SMK
Penunjukan Gabriel Attal sebagai perdana menteri baru ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi pemerintahan Macron, terutama dalam menghadapi tekanan politik yang semakin meningkat dari partai sayap kanan.
Gabriel Attal juga diharapkan dapat membawa semangat keberanian dan perubahan dalam kepemimpinan negara.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: aspirasiku.id
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela