Pencarian seng, tembaga, dan perak membuat para penambang masuk semakin dalam ke lapisan kerak bumi.
Para peneliti mengeksploitasi lebih dalam dan lebih jauh ketika para penambang menggali lebih dalam.
Setelah pertama kali mengunjungi Kidd Creek pada 1992, Barbara Sherwood Lollar dan timnya mengikuti indera penciumannya hingga ke bebatuan untuk menemukan berbagai rekahan dan retakan air mengalir.
Penelitian mereka menghasilkan observatorium ilmiah terdalam untuk cairan dan mikrobiologi dalam tanah.
Mereka selanjutnya mengirimkan sampel-sampel ke Universitas Oxford dan dilakukan pengujian dengan spektrometer massa.
Para peneliti tersebut menganalisis air yang ditemukan dan kemudian mempelajari gas yang terperangkap di sana.
Gas yang terperangkap di antaranya adalah helium dan xenon yang tersangkut di sela-sela batu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: surabaya.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental