Pria 21 Tahun Tewas Ditikam di Konter Pulsa Bandung, Kronologi & Motif Polisi

- Jumat, 07 November 2025 | 13:30 WIB
Pria 21 Tahun Tewas Ditikam di Konter Pulsa Bandung, Kronologi & Motif Polisi
Pria Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Tusuk Ditemukan di Konter Pulsa Bandung - Kronologi dan Penyidikan

Pria 21 Tahun Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Tusuk di Konter Pulsa Bandung

BANDUNG, MURIANETWORK.COM - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya di dalam sebuah konter pulsa di Kota Bandung, Jumat (7/11/2025).

Insiden penemuan mayat ini terjadi di Jalan Sukamulya, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi. Petugas Inafis Polrestabes Bandung langsung bergerak cepat untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap kasus ini.

Kronologi Penemuan Mayat

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, mengungkapkan bahwa laporan pertama mengenai pria meninggal dunia tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 08.00 WIB.

"Tadi laporan diterima pukul 8 dan kami polisi sudah melakukan olah TKP dan memang benar ditemukan adanya seorang laki-laki umur lebih kurang 21 tahun meninggal dunia," ujar Anton saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Penyebab Kematian Diduga Kuat Pembunuhan

Meski penyelidikan masih berlangsung, polisi menyatakan dugaan sementara korban tewas karena dibunuh. Hal ini didasarkan pada temuan sejumlah luka terbuka dan sayatan dalam di bagian tubuh korban.

"Kami masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian. Apakah memang ada indikasi (pembunuhan), setelah kami lihat memang ditemukan beberapa luka di tubuh korban," jelas Kompol Anton.

Penyidikan: Cek Barang Berharga dan Visum

Fokus penyidikan lainnya adalah memeriksa apakah ada barang berharga milik korban yang hilang. Mengingat peristiwa ini terjadi di konter pulsa tempat korban bekerja, polisi akan berkoordinasi dengan pemilik konter.

"Untuk barang-barang masih kami cek apakah ada yang hilang lagi di kroscek dengan pemilik konter tersebut," tutur Anton.

Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut dan visum guna mendukung penyidikan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar