MURIANETWORK.COM - Richie Duta Richardo berhasil mengatasi tekanan sebagai tunggal penentu untuk membawa tim bulu tangkis putra Indonesia lolos ke semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Dalam laga sengit melawan Thailand di Qingdao, Jumat (6/2/2026), Richie menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan atas Tanawat Yimjit, 21-5 dan 21-17, sehingga skor akhir menjadi 3-2 untuk keunggulan Indonesia.
Mengatasi Demam Panggung di Laga Penentu
Suasana di Qingdao Qonson Arena tegang ketika Richie melangkah ke lapangan. Kedudukan imbang 2-2 membuat partai tunggal ketiga ini menjadi penentu nasib tim. Meski akhirnya menang dua gim langsung, perjalanan Richie tidak semulus skor yang tertera. Ia mengakui merasakan gugup yang luar biasa, sebuah hal yang wajar mengingat beban yang dipikulnya.
"Pertama, pas start-nya tegang karena saya belum pernah ketemu dengan lawan dan diturunkan pas penentu di babak knockout ini," ujar Richie seusai laga.
Ia mengungkapkan, dukungan dari pelatih dan rekan setim seperti Anthony Ginting menjadi penenang baginya. Mereka mengingatkan Richie untuk tampil all out dan memberikan yang terbaik.
Pengalaman bermain di tim beregu sebelumnya akhirnya membantunya meredam ketegangan. Richie juga mengaku sudah memprediksi kemungkinan diturunkan di posisi penentu dan telah mempersiapkan mental untuk menghadapinya.
Strategi dan Kemenangan Krusial
Di lapangan, Richie menghadapi lawan yang pantang menyerah. Yimjit terus berusaha menekan dan mencari celah serangan. Namun, Richie berhasil mengambil inisiatif permainan sejak awal.
"Lawan dari awal tidak mau kalah, pengin mencari serangan juga buat matikan saya. Tapi, saya bisa mendahului (permainan) depannya dan dia banyak buang poin," tuturnya.
Artikel Terkait
Trump Klaim AS Berkomunikasi dengan Tokoh Kunci Iran untuk Akhiri Perang, Bukan dengan Pemimpin Tertinggi
Cuti Bersama Lebaran 2026 Berakhir, WFA Diperpanjang Tiga Hari
Lebaran di Pangandaran, Lebih dari 40 Anak Sempat Hilang dari Keluarga
Presiden Iran Tegaskan Jamin Keamanan Kapal di Selat Hormuz, Kecuali Milik AS dan Israel