Sidang Ijazah Jokowi Bergema, Mantan Wakapolri Soroti Perbedaan Sikap dengan Era Gus Dur

- Selasa, 13 Januari 2026 | 22:50 WIB
Sidang Ijazah Jokowi Bergema, Mantan Wakapolri Soroti Perbedaan Sikap dengan Era Gus Dur

[Ilustrasi: Sidang berlangsung di PN Surakarta]

Cerita Saat Gus Dur Diperiksa Polisi Menggema di Sidang Perkara Ijazah

Ruangan sidang di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (13/1/2026) itu, mendadak hening sejenak. Pertanyaan yang menggelitik terlontar: kalau dulu Gus Dur bisa diperiksa polisi, kenapa sekarang Jokowi seolah tak tersentuh?

Pertanyaan itu dilontarkan kuasa hukum penggugat kepada saksi, Komjen Pol (Purn) Oegroseno. Mantan Wakapolri ini hadir dalam sidang sengketa ijazah Presiden Joko Widodo. Intinya, mereka mempertanyakan kenapa Bareskrim tak menunjukkan ijazah asli Jokowi saat jumpa pers mengumumkan keaslian dokumen itu.

Oegroseno, dengan tenang, menjawab. "Ya, profesionalisme Polri lagi-lagi diuji di sini," ujarnya di hadapan majelis hakim. Suaranya terdengar jelas di ruang yang penuh perhatian.

"Kasus Buloggate dulu, untuk sekadar mendengar keterangan Presiden Gus Dur saja, beliau bersedia menjadi saksi. Tidak ada masalah. Pemeriksaannya pun dilakukan di istana waktu itu."

Dia lalu bercerita. Masih segar dalam ingatannya, bagaimana Polri menangani kasus dugaan korupsi di Bulog yang kita kenal sebagai Buloggate. Gus Dur, sang presiden kala itu, justru kooperatif. Beliau siap dimintai keterangan sebagai saksi. Prosesnya berjalan, tanpa drama berlebihan.

Nah, menurut Oegroseno, inilah yang membuat penanganan kasus ijazah Jokowi oleh Bareskrim terasa ganjil. Hasil penyidikan yang diumumkan itu, katanya, tidak bisa serta-merta diterima sebagai keputusan final. Ada ruang untuk keraguan. Ada celah yang patut dicurigai.

Di sisi lain, dia tak menampik bahwa institusi yang dipimpinnya dulu juga tak luput dari masalah. "Masyarakat sampai kapan pun mungkin melihat ada oknum yang kurang bagus," akunya. Tapi, dia yakin, kepercayaan publik pada polisi tetap dibutuhkan.

"Saya rasa, dalam tubuh kepolisian pasti ada polisi baik dan yang tidak baik. Kalau polisi baik, menurut ukuran saya, masih sekitar 99 persenlah. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti ini."

Pernyataannya itu seperti penutup yang berusaha menyeimbangkan kritik dengan harapan. Sidang pun berlanjut, namun gaung perbandingan antara era Gus Dur dan sekarang, masih terus terngiang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar