JAKARTA - Operasi pengungkapan peredaran narkoba jenis etomidate di wilayah Riau berhasil dilakukan oleh tim Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Dari operasi ini, satu pelaku sudah berhasil diamankan. Namun begitu, masih ada pelaku lain yang hingga kini diburu polisi.
Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba, membeberkan kronologinya. Menurutnya, pengungkapan ini terjadi pada Selasa lalu, tepatnya 14 April 2026.
"Tim Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim berhasil mengungkap peredaran etomidate di wilayah Riau pada Selasa, 14 April 2026," jelasnya, Rabu (15/4/2026).
Awalnya, polisi mendapat informasi soal transaksi cartridge etomidate. Petugas lalu bergerak cepat. Mereka akhirnya menangkap seorang pria bernama Hendi, yang juga dikenal sebagai Asiong. Penangkapan itu terjadi di area parkir Hotel Furaya, Pekanbaru.
Setelah ditanya, Hendi mengaku barang buktinya ada di dalam kamar hotel. Tak menunggu lama, tim langsung melakukan penggeledahan.
Di dalam kamar, polisi menemukan sebuah kantong plastik berwarna merah muda. Isinya? Sebanyak 43 cartridge etomidate bermerek THUGS. Pelaku mengakui, awalnya dia punya 50 cartridge lengkap dengan alat hisapnya. Semua itu dibelinya dari seseorang yang hanya diketahui inisialnya R, dengan harga fantastis: Rp98 juta.
Bukan sekali itu saja. Rupanya, Hendi sudah melakukan pembelian serupa sebanyak empat kali. Nilainya sama, dan dilakukan sejak Maret 2026.
"Pelaku juga mengakui telah melakukan pembelian cartridge tersebut sebanyak empat kali dengan nilai yang sama sejak Maret 2026," terang Brigjen Eko.
Hendi beralasan, barang-barang itu untuk konsumsi pribadi dan dipakai bersama teman-temannya. Transaksi dengan R selalu dilakukan di sebuah bengkel, lokasinya di sekitar Pekanbaru.
Saat ini, kasus ini masih terus dikembangkan. Polisi masih mendalami jaringan peredaran ini dan tentu saja, memburu pelaku lain yang masih buron. Upaya penyelidikan masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Peroleh 127,3 Hektar di Pulau Sebatik dari Malaysia
Pos Indonesia Siap Jadi Penggerak Utama Konsolidasi BUMN Logistik
Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Masih Sesuai Acuan, Ancaman Sanksi untuk Importir Bandel
Menteri Haji Ingatkan Risiko Diblacklist bagi Calon Jemaah Tanpa Visa Resmi