Aminuddin pernah memimpin organisasi itu di tingkat nasional, sementara Rizki pernah mengepalai cabangnya di periode 2020-2022. Jadi, hubungan senior-junior di antara mereka terlihat cukup jelas.
Di sisi lain, Agi juga menyoroti kedekatan Aminuddin Maruf dengan kekuatan politik yang sedang berjaya. Dia sering terlihat mendampingi Jokowi dan Gibran selama masa kampanye Pilpres.
“Aminuddin Ma'ruf ikut Gibran bagi-bagi susu (di CFD Jakarta), dia memegang kardus susunya, kampanye pas CFD, sudah diingatkan juga sama Panwaslu waktu itu,” jelas Agi lebih lanjut.
Dari serpihan informasi itu, Agi sepertinya ingin publik menyimpulkan sendiri arah politik Rizki. “Jadi kita dapat gambaran ya sekarang petanya,” pungkasnya. Narasinya pun jadi terasa lebih hidup, bukan sekadar daftar fakta kering.
Semua keterkaitan ini tentu saja menambah warna baru pada kasus pelaporan terhadap Pandji. Dari sosok yang mengklaim berasal dari gerakan muda NU, kini jejaknya justru mengarah ke pusat-pusat kekuasaan yang lain. Lumayan rumit, memang.
Artikel Terkait
KPK Tunggu Travel Haji Kembalikan Uang Kuota, Baru Rp100 Miliar yang Disetor
DNA Korupsi di Pajak: Pakar Usul Hukuman Mati untuk Ubah Kultur
Jokowi Tersangkut dalam Alur Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Pilih Pasal Memperkaya Diri untuk Gus Yaqut, Pintu Menuju Hukuman Seumur Hidup