Menurutnya, pertemuan itu jelas bukan kebetulan. Itu adalah penanda adanya keselarasan kepentingan.
“Kita tahu pepatah, tak ada makan siang yang gratis. Kontribusi Sarjan hingga bisa bertemu langsung dengan Gibran mengindikasikan hubungan yang lebih strategis, bukan sekadar basa-basi politik,” jelas Hari.
Melihat hal ini, Hari mendesak KPK untuk tak setengah-setengah. Kasus suap proyek di Bekasi harus ditelusuri hingga ke akarnya, termasuk soal relasi Sarjan dengan lingkaran kekuasaan yang lebih tinggi.
“Ini harus jadi perhatian serius penegak hukum. Soal Gibran, kan sudah banyak laporan ke KPK, tapi belum ada tindakan nyata. Jangan sampai KPK dianggap main pilih-pilih kasus. Semua harus ditindak tegas, biar kepercayaan publik tidak semakin tergerus,” pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar