Pandji Pragiwaksono Dikenai Sanksi Adat Toraja: 48 Kerbau, 48 Babi, dan Rp2 Miliar
Komika Pandji Pragiwaksono mendapatkan sanksi adat berat dari masyarakat Toraja. Sanksi ini dijatuhkan setelah materi stand-up comedy yang dibawakannya 12 tahun lalu viral kembali dan dianggap menyinggung adat istiadat Toraja.
Lembaga adat Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) menjatuhkan sanksi berupa penyerahan 48 ekor kerbau dan 48 ekor babi. Selain itu, Pandji juga wajib membayar tanggung jawab moral senilai Rp2 miliar.
Penjelasan Sanksi Adat untuk Pandji Pragiwaksono
Benyamin Rante Allo, Ketua Umum TAST, menjelaskan bahwa persembahan tersebut merupakan simbol pemulihan hubungan antara dunia manusia dengan dunia arwah dalam kepercayaan adat Toraja. Sanksi adat ini diumumkan secara resmi pada 7 November 2025.
Benyamin menegaskan bahwa uang Rp2 miliar bukanlah denda, melainkan bentuk tanggung jawab moral Pandji Pragiwaksono untuk mengembalikan kehormatan adat Toraja yang dianggap ternoda.
Alokasi Sanksi dan Konsekuensi
Hasil dari sanksi adat ini akan dialokasikan untuk kegiatan adat, pendidikan budaya, serta pemulihan simbol-simbol adat Toraja. Lembaga adat menyatakan masih terbuka untuk berdiskusi langsung dengan Pandji jika ada itikad baik menyelesaikan masalah ini.
Jika komika berusia 46 tahun ini menolak memenuhi sanksi adat, konsekuensinya bisa lebih berat. Masyarakat adat Toraja mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa kutukan dari tokoh adat.
Laporan Pidana dan Permintaan Maaf
Selain sanksi adat, Pandji Pragiwaksono juga menghadapi laporan polisi dari Aliansi Pemuda Toraja ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut mengacu pada dugaan penghinaan dan ujaran kebencian.
Sebelumnya, Pandji telah meminta maaf secara terbuka melalui akun Instagramnya pada 4 November 2025. Dalam permintaan maafnya, komika tersebut menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang merasa tersinggung dan terluka.
Artikel Terkait
Millen Cyrus Dikecam Warganet Usai Pakai Hijab di Foto Reuni
Dewi Perssik Blak-blakan Tak Paham Satu Kata pun Saat Kuliah Berbahasa Inggris
Ruben Onsu Kesulitan Bertemu Anak, Kuasa Hukum Sebut Sering Diabaikan saat Hendak Dekati Putrinya
Lovely Runner hingga Goblin: Deretan Drama Korea Paling Adiktif untuk Ditonton Ulang