Dunia musik Indonesia kembali kehilangan. Kabar duka datang dari Lucky Widja, vokalis band Element, yang meninggal dunia Minggu malam lalu. Penyebabnya adalah komplikasi penyakit yang sudah lama diidapnya.
Bagi Andhara Early, kepergian ini terasa sangat personal. Bukan cuma kehilangan rekan satu industri, tapi lebih dari itu. Ia kehilangan seorang kakak, sahabat yang pernah mewarnai masa mudanya.
Persahabatan mereka sudah berjalan tiga puluh tahun. Bermula di tahun 1995, saat keduanya masih hijau, sama-sama merintis karier sebagai model untuk majalah remaja. Hidup kemudian memisahkan mereka. Kesibukan masing-masing membuat komunikat terputus bertahun-tahun lamanya.
Namun begitu, takdir punya caranya sendiri.
Pertemuan terakhir mereka terjadi baru dua bulan lalu, tepatnya 31 Oktober 2025. Sebuah reuni yang tak disangka akan menjadi yang terakhir. Andhara mengungkapkan hal ini dengan nada pilu dalam sebuah tayangan televisi.
"Kita putus kontak bertahun-tahun, akhirnya ketemu lagi di sosial media, dan akhirnya baru ketemu bener-bener itu baru dua bulan yang lalu,"
Kata Andhara di Rumpi Trans TV, Senin siang.
Pertemuan itu berlangsung hangat. Penuh canda, tertawa, dan nostalgia tentang masa kejayaan mereka di era 90-an. Lucky, yang dipanggil Oki oleh Andhara, terlihat begitu bahagia. Mereka asyik bercerita sampai lupa waktu.
Sayangnya, mereka juga lupa mengabadikan momen itu. Tidak ada satu pun foto yang diambil.
"Boro-boro nyimpen foto, waktu itu pada saat kita ketemu lagi, kita enggak ada foto sama sekali. Karena yang ada kita cuma nge-flashback cerita masa lalu. Lucky bener-bener se-happy itu ngomongin masa lalu,"
kenang Andhara.
Di sisi lain, reuni itu sebenarnya bukan akhir. Mereka bahkan sudah merencanakan sesuatu. Ada sebuah event bersama yang dijadwalkan di awal Desember 2025. Sebuah rencana yang akhirnya tak kesampaian.
Acara itu diundur. Dan kondisi kesehatan Lucky mulai menurun drastis.
"Jadi bener-bener gak kepikiran bahwa ternyata event-nya mundur dan akhirnya kita gak ketemu lagi,"
ucap Andhara, penuh penyesalan.
Memang, saat pertemuan dua bulan lalu itu, Andhara sebenarnya melihat perubahan pada sahabatnya. Lucky terlihat lebih kurus. Tidak segar seperti dulu. Tapi semangat dan keceriaannya begitu kuat, berhasil menyembunyikan rasa sakit yang mungkin sedang menderanya.
"Tapi dia jago banget ngumpetin kalau ternyata dia sesakit itu,"
tandas Andhara.
Lucky Widja meninggal karena penyakit TB Ginjal yang telah menyebar ke paru-paru. Kini, yang tersisa bagi Andhara Early hanyalah kenangan tentang sebuah sore yang penuh cerita. Tentang tawa, tentang masa lalu, tentang seorang sahabat. Sebuah reuni tanpa foto yang justru akan melekat selamanya di ingatannya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Dokter Oky Pratama Bantah Keterlibatan Klien dalam Kasus Buzzer di Bandung
Pengacara Nilai Permintaan Maaf Sarwendah Tak Tulus karena Tak Langsung Ditujukan ke Ruben Onsu
Aurel Hermansyah Ungkap Hari Terburuk Jadi Ibu Usai Putrinya Azura Jatuh dari Tangga dan Dirawat di RS
Surya Saputra Laporkan Akun Palsu di X yang Catut Namanya untuk Sebar Ujaran Kebencian, Ternyata Penggemar Arya Saloka