Gugatan Rp 7 Miliar Mengguncang, Denada Dituding Telantarkan Anak Sejak Lahir

- Jumat, 16 Januari 2026 | 12:00 WIB
Gugatan Rp 7 Miliar Mengguncang, Denada Dituding Telantarkan Anak Sejak Lahir

Denada Dituding Telantarkan Anak Selama 24 Tahun, Ini Respons Kuasa Hukum

Gosip selebritas memang tak pernah sepi. Kali ini, penyanyi Denada jadi sorotan setelah seorang pemuda asal Banyuwangi, Ressa Rizky Rossano, mengaku sebagai anak kandungnya. Tak main-main, Ressa bahkan sudah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi terkait dugaan penelantaran. Yang bikin heboh, tuntutan ganti rugi materilnya mencapai angka fantastis: Rp 7 miliar.

Nah, di balik gugatan itu, ada cerita yang cukup menyayat. Ternyata, jauh sebelum kasus ini ramai, Ressa sudah berusaha bertemu Denada secara langsung. Dia mendatangi rumah sang artis di Jakarta. Sayangnya, upaya itu seperti menabrak tembok.

“Kita datang ke Jakarta saja tidak ditemui,” ujar Ronald Armada, kuasa hukum Ressa, dengan nada kesal.

Menurut Ronald, kliennya hanya disuruh menunggu di depan rumah. Bahkan, asisten rumah tangga (ART) Denada konon cuma membukakan pintu selebar 15 sentimeter. “Jadi 3,5 jam selama dua hari berturut-turut, penggugat berdiri di depan rumahnya Denada,” jelasnya.

“Bilang disuruh nunggu, tapi tidak pernah diminta duduk di ruang tamunya,” tambah Ronald, melengkapi pengakuannya.

Klaim dari Dalam Rumah

Di sisi lain, cerita dari dalam rumah Denada justru berbeda. Sofi, asisten rumah tangganya, buka suara. Ia mengaku hanya tahu Denada punya satu anak.

“Kalau saya sih enggak pernah dengar-dengar ya, enggak pernah ada isu apa gitu,” kata Sofi.

“Intinya saya tahunya punya anak satu namanya A gitu aja,” sambungnya.

Sofi mengakui pernah bertemu Ressa. Namun, pengetahuannya terbatas: ia mengira Ressa adalah bagian dari keluarga besar, bukan anak kandung Denada. “Setahu saya itu dari dulu memang anak tersebut selalu sama Ibu Emil (Emilia Contessa),” jelas Sofi.

“Beliau (mendiang Emilia) bilang kalau anak itu bukan anak Mbak Denada. Mungkin saudaranya atau anak siapa gitu,” imbuhnya.

Jadi, di satu sisi ada tuntutan hukum dan pengakuan getir dari seorang pemuda yang merasa ditelantarkan. Di sisi lain, ada pengakuan dari dalam rumah yang justru membantah hubungan darah itu. Kasus ini masih berbalut teka-teki, dan publik hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya di pengadilan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar