Air Mata Nenek Eva Manurung: Saya Diusir dari Rumah Cucu Sendiri

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:00 WIB
Air Mata Nenek Eva Manurung: Saya Diusir dari Rumah Cucu Sendiri

Tangis Eva Manurung akhirnya pecah juga. Ibunda Virgoun itu tak lagi sanggup menahan diri, meluapkan segala kepedihan yang ia rasakan terkait konflik rumah tangga anaknya dengan Inara Rusli. Sorotan publik yang semakin panas rupanya memuncakkan emosi yang sudah lama tertahan.

Dengan suara bergetar, Eva bercerita tentang momen yang sangat menyakitkan baginya: diusir dari rumah cucunya sendiri. Ia baru beberapa jam saja menghabiskan waktu bersama sang cucu, lalu diminta untuk pulang. Perasaan sebagai seorang nenek, katanya, seperti dipatahkan begitu saja.

“Saya di mobil, air mata saya nangis. Saya cuma bilang, ‘Tuhan, aku ini seorang nenek juga punya hak’,”

ungkap Eva dalam sebuah wawancara di kanal Youtube Reyben Entertainment, Senin lalu.

Namun begitu, masalahnya ternyata jauh lebih dalam dari sekadar perasaan tersinggung. Eva menyinggung soal rumah yang disebutnya sebagai harta gono-gini untuk anak-anak Virgoun. Dengan tegas ia menyatakan, rumah itu hak anak-anak dan tak seharusnya dijual atau digadaikan. Virgoun pun disebutnya pergi meninggalkan rumah hanya dengan pakaian seadanya, demi anak-anaknya. Mobil yang ditinggalkan untuk kebutuhan sehari-hari, malah kabarnya sudah digadaikan.

“Virgoun cuma bawa dompet, pakai celana pendek, pakai sandal, cabut dari rumah. Mobil ditinggal buat anak-anak, sekarang digadaikan?”

tanya Eva, penuh keprihatinan.

Persoalan lain yang ia soroti adalah kasus dugaan ilegal akses yang kini dikabarkan naik ke penyidikan. Eva mempertanyakan logika hukum yang berjalan, yang menurutnya terasa janggal. Baginya, fokus seharusnya pada pelaku, bukan pada alat bukti.

“Kalau ada orang nyuri terus direkam, harusnya yang dipermasalahkan itu yang nyurinya, bukan videonya,”

tegasnya.

Di sisi lain, Eva juga mengungkap kekhawatiran terbesarnya: kondisi mental cucu-cucunya. Ia yakin anak-anak itu sudah mengerti banyak hal, mendengar omongan orang dewasa di sekitarnya. Tekanan dalam rumah tangga yang bermasalah, bisa memberi beban psikologis yang berat, apalagi saat mereka mulai beranjak remaja.

“Kasihan beban mental cucu-cucu gue. Mereka itu tahu lho, dengar omongan orang,”

keluhnya.


Halaman:

Komentar