Hubungan Manohara dan ibunya kini benar-benar putus. Bukan sekadar kehilangan kontak, tapi sebuah keputusan tegas yang diambil setelah bertahun-tahun menanggung beban. Penyebabnya? Kekerasan psikologis yang dialami sejak kecil.
Nama Manohara Odelia Pinot kembali mencuat. Kali ini, bukan soal pernikahannya yang dulu menggegerkan dengan seorang pangeran, melainkan tentang relasi paling intim dalam hidupnya: hubungan dengan sang ibu, Daisy Fajarina. Lewat unggahan di Instagram pribadinya, @manodelia, artis berdarah Indonesia-Amerika itu membuka kisah yang selama ini mungkin hanya tersimpan rapi.
Semuanya berawal dari sebuah pertanyaan warganet yang penasaran. "Kak maaf kenapa lost contact sama mama? Sorry but I think kalian berdua dulu kayak dekat sekali," tanya seorang pengikutnya.
Jawaban Manohara lugas dan tanpa tedeng aling-aling.
"Saya tidak kehilangan kontak, saya memutus kontak," tulisnya tegas. Ia menegaskan, komunikasi dengan ibu kandungnya sudah benar-benar dihentikan.
Menurutnya, kedekatan yang selama ini terlihat di mata publik hanyalah ilusi. Sebuah penampakan yang sengaja dirawat. "Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum," ujarnya. Citra keluarga harmonis itu, baginya, lebih berfungsi sebagai alat kontrol daripada cerminan kasih sayang yang tulus.
Di balik layar glamor, Manohara mengungkap masa kecil dan remajanya penuh dengan luka. Ia menyebut mengalami penyiksaan emosional dan psikologis yang berlangsung lama, bahkan kadang disertai kekerasan fisik. "Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan," tuturnya.
Ia bahkan menyoroti sebuah episode kelam yang pernah menjadi berita nasional. "Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya... demi keuntungan dirinya. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui," sambung Manohara, yang jelas merujuk pada pernikahan kontroversialnya di masa lalu. Pengalaman itu, akunya, meninggalkan kerusakan yang berkepanjangan.
Namun begitu, waktu membawanya pada kekuatan. Keputusan untuk memutus kontak bukanlah hal yang instan. "Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun," jelasnya. Seiring ia tumbuh dewasa, menjadi lebih mandiri dan berani, cengkeraman kontrol atas dirinya pun perlahan melemah. "Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya," pungkas Manohara, menutup pengakuannya.
Perjalanan hidup Manohara memang tak biasa. Setelah melepas status sebagai mantan istri Pangeran Kelantan dan meninggalkan dunia hiburan, kini ia lebih banyak berkutat di aktivisme perlindungan satwa liar. Kisahnya dulu tentang KDRT pada 2009 menggemparkan. Kini, kisah lain tentang trauma masa kecil dan keberanian untuk memutus rantai toxic relationship kembali membuat publik merenung.
Artikel Terkait
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen
Richard Lee Diperiksa 12 Jam sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen