Dakota Fanning: Dari Iklan Deterjen ke Dunia Tarantino

- Minggu, 04 Januari 2026 | 06:00 WIB
Dakota Fanning: Dari Iklan Deterjen ke Dunia Tarantino

Debut film layar lebarnya lewat Tomcats (2001). Tapi semua orang baru benar-benar mengenalnya saat ia memerankan Lucy Dawson di I Am Sam. Di usia tujuh tahun, aktingnya yang emosional dan matang bikin banyak orang terpana. Itu adalah momen yang mengubah segalanya.

Setelah itu, namanya melesat. Ia membintangi Sweet Home Alabama (2002), Uptown Girls (2003), dan kemudian beradu akting dengan aktor-aktor kelas berat. Coba lihat di Man on Fire (2004), ia berperan di samping Denzel Washington. Lalu di Hide and Seek (2004), ia berhadapan dengan Robert De Niro. Tidak main-main.

Namun begitu, bagi banyak penggemar generasi tertentu, perannya sebagai Jane, vampir kejam dari klan Volturi di saga Twilight, adalah yang paling melekat. Ia muncul di empat film waralaba itu, dari 2009 hingga 2012. Di sela-sela kesibukannya dengan vampir, ia juga menunjukkan sisi liar lewat The Runaways (2010), di mana ia berperan sebagai rocker Cherie Currie.

Beralih ke Nuansa yang Lebih Dewasa

Pasca Twilight, Dakota seolah ingin menegaskan jati dirinya. Ia lebih banyak memilih film-film independen dan bergenre berat seperti Night Moves, Brimstone, dan American Pastoral.

Dunia televisi pun ia taklukkan. Serial Netflix The Alienist (2018) menjadi bukti kalau kemampuannya tak hanya di layar lebar. Di tahun yang sama, ia juga bergabung dengan deretan bintang papan atas di Ocean's Eight.

Dan tentu saja, kolaborasinya dengan Quentin Tarantino di Once Upon a Time in Hollywood (2019) menjadi semacam penegasan posisinya di industri. Berbagi layar dengan Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt? Itu jelas bukan prestasi sembarangan.

Dari gadis kecil berbakat di iklan deterjen, hingga menjadi aktris serba-bisa yang diakui. Perjalanan Dakota Fanning, meski dimulai sangat dini, sama sekali tidak terkesan terburu-buru. Ia tumbuh di depan kamera, dan kita semua menyaksikannya.


Halaman:

Komentar